Menulis Pantun Berkait dengan Teknik Narasi Ekspositoris sebagai Pengenalan Budaya Betawi
DOI:
https://doi.org/10.60012/dc.v3i2.122Keywords:
Pantun Berkait, Budaya, Narasi EkspositorisAbstract
Pantun sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, semakin lama terlupakan di setiap generasi. Pantun mempunyai peran penting dalam pembentukan kepribadian ataupun karakter identitas kearifan lokal. Kondisi tersebut mengkhawatirkan banyak pihak, kurangnya pemahaman terhadap budaya lokal disebabkan oleh perkembangan teknologi, pola pikir westernisasi, dan arus informasi tidak berimbang dengan kesadaran budaya lokal. Bertujuan menambah wawasan keilmuan tentang melestarikan warisan budaya. Untuk memasyarakatkan dan merevitalisasi kembali unsur budaya Betawi. Sekaligus memasyarakatkan pantun berkait sebagai kekayaan budaya Indonesia agar lebih akrab dan dipandang menarik Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode mendongeng, diskusi, tanya-jawab dan apresiasi terhadap karya. Dengan penggunaan metode ini diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Hasil penelitian dapat disimpulkan, para anggota Yayasan El-Nama Indonesia dapat mengembangkan, membuat dan mengaplikasikan membacakan pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai budaya Betawi dengan teknik menulis narasi ekspositoris. Dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya jenis karya sastra agar lebih kreatif dalam menulis pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai Betawi dalam ruang lingkup sosialisasi di lingkungan teater.
References
Alfiana, H. N., & Najicha, F. U. (2022). Krisis Identitas Nasional sebagai Tantangan Generasi Muda di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(1), 45–52. https://doi.org/10.32493/jpkn.v9i1.y2022.p45-52
Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Fasilitasi Komunikasi Budaya di Masyarakat. Jakarta: Depdikbud.
Hidayat, F. (2021). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi Substansi Kajian dan Penerpannya. Erlangga Ciracas, Jakarta 13740, 1–20. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/42877/1/SISTEM COLLATERAL SEBAGAI ALTERNATIF AKAD MODAL VENTURA SYARIAH.pdf
Marjanto, D. K. S. B., Kusumah, Siti Dloyana; Bakti Utama, S. D. S., & Biantoro, Genardi A, A. N. (2013). Kearifan Lokal dan Lingkungan. Kearifan Lokal Dan Lingkungan, 1–130. http://repositori.kemdikbud.go.id/398/1/Bunga Rampai Kearifan Lokal 2013.pdf
Maulina, D. E. (2012). Keanekaragaman Pantun. Semantik, 1 No 1(1), 107–121. http://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/semantik/article/view/103
Muhammad Rozani, Aruna Asista, Lasmi Hartati, Nela Oktarina, M. F. (2024). Kearifan Lokal ( Local Wisdom ) Melayu : Tunjuk Ajar , Puisi, dan Pantun. Jurnal Digdaya : Pendidikan, Pengajaran Dan Kebudayaan, 3(Tahun), 17. https://doi.org/10.31004/digdaya.vxix.xxx
Nuriyanti, W., Amzy, N., & Hadiprawiro, Y. (2022). Darma cendekia. 1(2), 93–103.
Rahim, A. R., Wardiman, W., & Lestari, Y. (2021). Inovasi Pembelajaran Pantun Berbasis Kearifan Lokal. NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 1086–1093. https://doi.org/10.35568/naturalistic.v6i1.1306
Sibarani, R. (2013). Pendekatan Antroplingustik dalam Menggali Kearifan Lokal Sebagai Identitas Bangsa. International Confenrece on ÍndoNesian Studies, 274–290.
Suladi. (2014). Paragraf. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Suparno, & M. Yunus. (2006). Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.
Tuti Andriani. (2012). Pantun Dalam Kehidupan Melayu (Pendekatan Historis Dan Antropologis)[Pantun in Malay Life (Historical and Anthropological Approach)]. Jurnal Sosial Budaya Vol., 9(2), 195–211.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Tio Zulfan Amri, Muhammad Fahmi Rizkian, Jayakandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Darma Cendekia




Darma Cendekia is licensed under a