Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok

Authors

  • Memmy Jayanti Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Siti Muharomah Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Sumarti Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.60012/dc.v4i1.144

Keywords:

penguatan, pendidikan karakter, pembelajaran bahasa Indonesia

Abstract

Pendidikan karakter berkaitan dengan pengetahuan kebaikan yang harus diketahui serta dimiliki oleh seseorang. Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan bagi siswa untuk belajar, mendalami agama Islam, dan membentuk moral serta akhlak yang baik. Maka, diperlukan penguatan pendidikan karakter sebagai upaya untuk menjadikan seseorang agar dapat memahami, memerhatikan, dan juga melakukan nilai-nilai etika yang baik.  Metode yang digunakan adalah observasi, ceramah, presentasi, dan diskusi melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin menunjukkan: siswa termotivasi untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang pendidikan karakter,  guru dapat mengintegrasikan nilai pendidikan karakter ke dalam bahan ajar serta perangkat pembelajaran sehingga dapat diterapkan pada siswa dalam proses pembelajaran, dan implementasi penguatan pendidikan karakter pada siswa.

 

Character education is related to the knowledge of goodness that must be known and owned by someone. Pondok Pesantren is one of the educational institutions for students to learn, explore the religion of Islam, and form morals and good morals. Therefore, it is necessary to strengthen character education as an effort to make someone able to understand, pay attention, and also do good ethical values.  The method used is observation, lectures, presentations, and discussions through Indonesian language learning. The results of the study in Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin show: students are motivated to gain knowledge and information about character education, teachers can integrate the value of character education into teaching materials and learning tools so that they can be applied to students in the learning process, and the implementation of strengthening character education in students.

 

References

Arthur, J. (2003). Education with character. In education with character. https://doi.org/10.4324/9780203220139

Koesoema A. (2007). Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo

Hidayatullah, F. (2010). Pendidikan Karakter; Membangun Peradaban Bangsa, Surakarta: Yuma Pustaka.

Klann, G. (2007). Building character Strengthening the Heart (First edit). Printed in the United States of America: the Jossey-Bass.

Lickona, T. (1991). Educating for Character, How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. 119–120.

Lickona, T. (1996). Eleven Principles of Effective Character Education Eleven Principles of Effective Character Education. (January 2015), 37–41. https://doi.org/10.1080/0305724960250110

Frye, Mike at all. (Ed.) 2002. Character Education: Informational Handbook and Guide for Support and Implementation of the Student Citizent Act of 2001.North Carolina: Public Schools of North Carolina

Pike, M. A. (2010). Christianity and character education: Faith in core values? Journal Beliefs and Values, https://doi.org/10.1080/13617672.2010.521008

Rich, D. (2008). Megaskills: building our children’s character and achievement for school and life. Sourcebooks, Inc Naperville Illinois.

Suprayitno, A., & Wahyudi, W. (2020). Pendidikan Karakter di Era Milenial. Jakarta: Deepublish

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Jayanti, M., Muharomah, S. ., & Sumarti. (2025). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Modern Darul Sholihin Depok. Darma Cendekia, 4(1), 47–53. https://doi.org/10.60012/dc.v4i1.144