Jurnalisme Naratif sebagai Penguatan Literasi Digital Berbasis Sastra
DOI:
https://doi.org/10.60012/dc.v4i2.179Keywords:
Jurnalisme, Sastra, Literasi, Digital, NaratifAbstract
Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi yang tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga kritis dan kreatif. Namun, pemahaman mahasiswa terhadap literasi digital yang kritis dan kreatif masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh minimnya pelatihan menulis yang berbasis pada realitas sosial dan pengalaman langsung, khususnya melalui metode jurnalisme naratif. Selain itu, pendekatan sastra dan jurnalisme belum terintegrasi secara optimal dalam program literasi, serta terbatasnya media ekspresi yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk menyuarakan realitas lokal secara naratif dan reflektif sebagai bagian dari peran mereka sebagai agen perubahan. Program pengabdian masyarakat ini hadir sebagai upaya menjembatani kemampuan anggota komunitas dengan realitas sosial di sekitarnya. Melalui pelatihan menulis jurnalisme naratif, peserta tidak hanya dilatih keterampilan teknis menulis, tetapi juga diajak untuk mengamati fenomena sosial secara kritis, mengekspresikan pengalaman secara reflektif, dan membangun kesadaran sebagai bagian dari komunitas literasi digital yang kontekstual dan berdaya. Pendekatan jurnalisme sastra dipilih karena mampu memadukan fakta jurnalistik dengan gaya penulisan sastra. Kegiatan ini dilaksanakan melalui lokakarya di Yayasan Elnama Indonesia, Tangerang Selatan, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran literasi, kemampuan menulis, dan sensitivitas sosial mahasiswa.
References
Abidin, Y. (2020). Literasi Baru: Literasi Digital, Literasi Teknologi, Literasi Informasi, dan Literasi Humanis. Bandung: Refika Aditama.
Asari. A., Juwita, R., Hasyim, M., Maturidi, A. J., Hilir. A., Halawa. K., Sari, P. K., Siregar, E. S., Hanika, M., Handayani, E. S., Arifin, Pramudyo, G. N. (2023). Literasi Media. Malang: Literasi Nusantara Abadi Grup.
Cresswell, J. (2019). Narrative Research in the Digital Age. London: Sage Publications.
Damono, S. D. (2018). Sastra dan Perubahan Sosial. Jakarta: Pustaka Obor.
Djuanda, Daniel. (2021). Menulis dengan Jiwa: Panduan Jurnalisme Sastra. Jakarta: Narasi Press.
https://repository.um.ac.id/5444/1/fullteks.pdf
Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2014). The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and the Public Should Expect (4th ed). New York: Crown.
Marhamah & Fauzi. (2021). Jurnalisme di Era Digital. JICOMS: Journal of Islamic Communication and Media Studies, 1(1). https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/jicoms/article/
Pangrazio, L. (2021). Young People’s Literacies in the Digital Age: Continuities, Conflicts and Contradictions. Routledge. https://doi.org/10.1177/1103308819833505
Rosenblatt, B. (2018). Narrative Journalism: Storytelling for a Digital Age. Oxford: Oxford University Press.
Srikandi, M. B., & Budiharjo. (2023). Citizen Journalism sebagai Implementasi dari Participatory Media Culture di Era Konvergensi Media. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO, 8(1). https://doi.org/10.52423/jikuho.v8i1.10
Susanto, E. (2022). Literasi dan Perubahan Sosial: Peran Jurnalisme Naratif. Surabaya: Litera Media.
UNESCO. (2021). Media and Information Literacy Curriculum for Educators and Learners. Paris: UNESCO. https://www.unesco.org/mil4teachers/en/curriculum
Wenger, E. (2000). Communities of Practice: Learning, Meaning, and Identity. Cambridge: Cambridge University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tio Zulfan Amri, Muhammad Fahmi Rizkian, Jayakandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Darma Cendekia




Darma Cendekia is licensed under a