Pembekalan Penggunaan Suplemen Materi Pembelajaran Sejarah Mengenai Penanganan Wabah di Batavia
DOI:
https://doi.org/10.60012/dc.v4i2.56Keywords:
Pembelajaran Sejarah, Sejarah Lokal, Kesadaran SejarahAbstract
Pembelajaran sejarah yang kontekstual menjadi suatu hal penting untuk mengembangkan kesadaran sejarah peserta didik, ditambah lagi apabila pembelajaran tersebut dipadukan dengan sejarah lokal yang terjadi dalam cakupan kecil di suatu wilayah yang memiliki unsur kedekatan dengan peserta didik. Pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal dapat diterapkan di sekolah yang memiliki kaitan waktu dan tempat yang sesuai dengan suatu peristiwa sejarah. Salah satunya bisa diterapkan di sekolah yang berada di wilayah DKI Jakarta dengan pembahasannya mengenai penanganan wabah di Batavia pada masa VOC hingga Pemerintah Hindia Belanda. Solusi yang ditawarkan pada program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penjelasan, pemahaman serta penerapan suplemen materi pembelajaran sejarah mengenai penanganan wabah di Batavia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi sejarah lokal, menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi dalam mengikuti pembelajaran sejarah, serta mampu mengaitkan peristiwa wabah pada masa lalu dengan kondisi pandemi Covid-19 pada masa kini. Selain itu, kegiatan ini memberikan alternatif referensi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
References
Absor, N. F., Wibowo, D. S., & Rosyid, N. U. (2022). Penanganan Wabah Di Batavia Sebagai Suplemen Materi Pembelajaran Sejarah. WIKSA: Prosiding Pendidikan Sejarah UNINDRA, 1(1).
Asmara, Y. (2019). Pembelajaran Sejarah Menjadi Bermakna dengan Pendekatan Kontektual. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial-Humaniora, 2(2), 105–120. https://doi.org/10.31539/kaganga.v2i2.940
Hasan, S. H. (2012). Pendidikan Sejarah Untuk Memperkuat Pendidikan Karakter. Paramita: Historical Studies Journal, 22(1), 81–95. https://doi.org/10.15294/paramita.v22i1.1875
Heri, S. (2014). Seputar pembelajaran sejarah; isu, gagasan dan strategi pembelajaran. Aswaja Pressindo.
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.
Levesque, S. (2010). On historical literacy: Learning to think like historians. Canadian Issues, 42.
Prasetiya, A., Warto, W., & Sudiyanto, S. (2022). Sejarah Lokal dalam Kurikulum Merdeka: Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang sebagai Muatan Sejarah Lokal dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 5(2), 238–250.
Rahmawati, F. D., Sutiyah, S., & Abidin, N. F. (2022). Implementasi Pembelajaran Sejarah dalam Kurikulum Merdeka Kelas X di SMA Penggerak Surakarta. Jurnal CANDI, 22(1), 80–94.
Sardiman. (2012). Pembelajaran Sejarah dan Pembangunan Karakter Bangsa. In Refleksi Perjalanan Karir Akademik Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan, MA. Bee Media Indonesia.
Seixas, P. (2017). A model of historical thinking. Educational Philosophy and Theory, 49(6), 593–605.
Widja, I. G. (2018). Pembelajaran Sejarah Yang Mencerdaskan Suatu Alternatif Menghadapi Tantangan dan Tuntutan Jaman yang Berubah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 1(2), 117–134. https://doi.org/10.17977/UM033V1I22018P117
Wineburg, S. (2010). Historical thinking and other unnatural acts. Phi Delta Kappan, 92(4), 81–94.
Wiyanarti, E., Supriatna, N., & Winarti, M. (2020). Pengembangan Sejarah Lokal Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Yang Kontekstual. FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 9(1), 67–74. https://doi.org/10.17509/factum.v9i1.21666
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Fajar Absor, Wahyudin, Taufik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Darma Cendekia




Darma Cendekia is licensed under a