https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/issue/feedDarma Cendekia2026-08-04T23:41:20+00:00Puji Antoantopujifafafa@gmail.comOpen Journal SystemsDarma Cendekiahttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/216Edukasi Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran untuk Menumbuhkan Metakognisi Mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia2026-06-17T02:10:13+00:00Erna Megawati45megawatie@gmail.comPriarti Megawantipriartimegawanti@gmail.comMaman Paturahmanmpaturahman@gmail.comSulis Setiawatisulisjbsi@gmail.com<p>Penggunaan <em>AI </em>tanpa etika merupakan hal penting untuk diedukasi dalam dunia Pendidikan. Penggunaan AI beretika bukan hanya membantu pembelajar mengeksplorasi dunia pengetahuan tetapi juga dapat menumbuhkan kesadaran metakognisi pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman penggunaan<em> AI</em> beretika dan kesadaran metakognisi pembelajara. Kegiatan ini bermitra dengan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan <em>Forum Group Discussion</em>. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan AI beretika dan pengetahuan metakognisi deklaratif serta regulasi kognisi yang dimiliki peserta tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil kegiatan ini, diperlukan tindak lanjut berupa pelatihan penggunan <em>A</em>I dalam pembelajaran.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Erna Megawati, Priarti Megawanti, Maman Paturahmanhttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/219Penguatan Digital Citizenship Berbasis Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Etika Komunikasi Digital Bagi Generasi Z2026-06-27T00:57:40+00:00Irwan Baadillairwan@uhamka.ac.idHeni Ani Nuraenihenianinuraeni@uhamka.ac.idAhmad Hidayatullahahmadhidayatullah@umbandung.ac.idSiti Kodariahsitikodariah@umbandung.ac.idRokhmanirokhmani@Uhamka.ac.id<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat digital citizenship berbasis moderasi beragama untuk membentuk etika komunikasi digital pada Generasi Z. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang belum selalu disertai kemampuan berpikir kritis, kesantunan berbahasa, dan kesadaran terhadap dampak sosial komunikasi digital. Metode yang digunakan ialah Participatory Action Program melalui analisis kebutuhan, pretes, sosialisasi, tiga workshop, praktik pembuatan konten digital positif, simulasi penanganan hoaks dan hate speech, postes, serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan di Musala Nurusshabab RT 07 Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dengan peserta 12 remaja usia 15–18 tahun dari RT 06 dan RT 07. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata pretes 52,3% menjadi 82,6% pada postes. Peserta juga mengalami perubahan sikap dari pasif menjadi lebih aktif, reflektif, toleran, dan mampu membedakan komunikasi digital yang etis dan tidak etis. Program ini membuktikan bahwa integrasi literasi digital, digital citizenship, dan moderasi beragama melalui pembelajaran partisipatif efektif membentuk perilaku komunikasi digital yang lebih bijak, humanis, dan bertanggung jawab.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irwan Baadilla, Heni Ani Nuraeni, Ahmad Hidayatullah, Siti Kodariah, Rokhmanihttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/209Optimalisasi literasi Digital Melalui Artificial Intelligence (AI) untuk Bahan Ajar pada Tenaga Pendidik di SDN Jatimekar2026-06-27T00:50:14+00:00Rizki Ridwanrizki8992@gmail.comMohammad Fazriemofazrie@gmail.comDudi Paruliandudiparuan@gmail.com<p>Di tengah pesatnya penetrasi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan, tenaga pendidik di SDN Jatimekar 1 Bekasi dihadapkan pada tantangan peningkatan metodologi penyusunan bahan ajar akibat kendala teknis dan manajerial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali dan meningkatkan kualitas pemanfaatan teknologi digital melalui platform Teachy berbasis AI dalam pembuatan bahan ajar bagi para guru. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah <em>Participatory Action Research</em> (PAR) melalui tahapan survei, observasi kebutuhan, pelatihan praktis (<em>hands-on practice</em>), pendampingan langsung, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru dalam membuat bahan ajar secara cepat dan variatif, mulai dari pendaftaran akun hingga penyusunan <em>prompt engineering</em> yang efektif. Simpulan dari kegiatan ini adalah integrasi teknologi AI melalui platform Teachy terbukti mampu mengoptimalkan efisiensi waktu dan mengatasi hambatan guru dalam menyusun materi pembelajaran. Implikasi dari pengabdian ini tidak hanya memberdayakan kompetensi individu guru, tetapi juga mendorong transformasi digital tingkat organisasi sekolah demi menciptakan proses evaluasi dan pembelajaran yang lebih interaktif serta inovatif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rizki Ridwan, Mohammad Fazrie, Dudi Parulianhttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/205Pembelajaran Sejarah Melalui Games Foto Pahlawan Indonesia di SDN Mekarjaya 21 Depok2026-06-27T00:48:18+00:00Januar Barkahjanuarmemangbarkah@gmail.comRani Noviyanti rasyaraninew@gmail.comNurbaity Nurbaityurbaity_muthalib@yahoo.com<p>Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memperkenalkan dan mensosialisasikan pembelajaran sejarah yang menyenangkan melalui games foto pahlawan di kelas 4 SDN Mekarjaya 21 Depok. Melalui kegiatan ini, diyakini akan mampu membangun pengetahuan dan pemahaman peristiwa sejarah serta pembelajaran sejarah yang lebih menarik/tidak monoton. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif yang meliputi tahap observasi, sosialisasi materi, implementasi games foto pahlawan, dan evaluasi melalui observasi serta tanya jawab. Teknis penerapan pemanfaatan foto atau sumber bergambar ini meliputi 2 tahap yakni: (1) pencarian sumber sejarah berupa foto untuk diperlihatkana bersam-sama di depan peserta didik, (2) memanfaatkan foto-foto tokoh sejarah yang telah ada dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang sedang dipelajari di sekolah khususnya kelas 4 yaitu pengenalan sejarah bangsa sejak dini. Bila program ini dapat optimal, diharapkan sekolah dapat membuat kebijakan dalam pemanfaatan foto-foto tokoh sejarah di dalam setiap pembelajaran yang terkait.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Januar Barkah, Rani Noviyanti, Nurbaityhttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/202Layanan Kegiatan Promotif untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Jiwa pada Para Pekerja di Lembaga Perlindungan Saksi & Korban2026-06-27T00:46:06+00:00Gundah Noor Cahyogundahncahyo@gmail.comSara Sahrazadsahrazad.unindra@gmail.comSulastry Pardedelas3pardede@gmai.comErlis Thertinaellenthertina@gmail.com<p>Kesehatan mental merupakan faktor penting yang menunjang kinerja pekerja. Psychological distress di tempat kerja dapat menyebabkan berbagai dampak merugikan seperti <em>burnout</em>, kecemasan, dan penurunan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pekerja di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengenai pentingnya kesehatan mental di tempat kerja. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya sistem dan konsep layanan transfer pengetahuan yang didasarkan pada pendampingan yang intensif dan mandiri. Model Edukasi Terstruktur (Pemindahan Pengetahuan yang Terorganisir) adalah konsep yang memastikan mitra tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memahami cara kerja dan alasan di balik solusi yang diberikan. Sedangkan bentuk layanan yang berjalan adalah ruang kolaborasi di mana tim abdimas berperan sebagai fasilitator dan mentor. Layanan ini dibuat dengan gagasan untuk memperkuat kemampuan sendiri, bukan bergantung pada orang lain. Hasilnya adalah terbentuknya kerangka kerja di mana mitra diajari cara menyelesaikan masalah sendiri, sehingga mereka bisa mengelola, mengembangkan, dan mengulang kembali konsep yang telah diajarkan secara terus-menerus. Program edukasi psikososial terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan mental di tempat kerja. Kegiatan ini berhasil mengurangi stigma, membangun kesadaran kolektif, dan membekali peserta dengan keterampilan praktis manajemen stres yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Erlis Thertina, Gundah Noor Cahyo, Sara Sahrazad, Sulastry Pardedehttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/199Penguatan Identitas dan Aksesibikitas UKM di Daerah Terogong Melalui Pengadaan Papan Nama sebagai Media Luar Ruang2026-06-17T02:11:46+00:00Edo Galasro Limbongedogalasro_limbong@yahoo.comHerliyana Rosallindaherliyanarosalinda1990@gmail.comNurulfatmi Amzynurulfatmiamzy@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas dan meningkatkan aksesibilitas Usaha Kecil Menengah (UKM) Batik Betawi Terogong melalui pengadaan media luar ruang berupa papan nama. Permasalahan utama mitra adalah belum adanya tanda pengenal visual pada jalur masuk menuju lokasi usaha yang berada di kawasan permukiman, sehingga menyulitkan pengunjung dalam menemukan lokasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan melalui observasi dan wawancara, tahap perancangan desain papan nama berbasis pesan verbal dan nonverbal, serta tahap evaluasi bersama mitra. Hasil kegiatan berupa konsep papan nama yang mengintegrasikan identitas visual UKM, informasi lokasi, dan elemen komunikasi visual yang mudah dikenali masyakat. Media tersebut berfungsi sebagai identitas visual, petunjuk arah menuju lokasi usaha, sekaligus sarana komunikasi identitas dan <em>branding </em>UKM, sehingga meningkatkan visibilitas, memperjelas akses, dan memperkuat citra batik Betawi Terogong sebagai UKM berbasis budaya lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan dan penguatan citra UKM Batik Betawi Terogong di lingkungan masyarakat</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Edo Galasro Limbong, Herliyana Rosallinda, Nurulfatmi Amzyhttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/225Pendampingan Perancangan Poster Peduli Lingkungan sebagai Media Informasi Siswa MIS Nurul Ummah2026-06-27T00:52:15+00:00Mikke Setiawatimikke.setiawati@gmail.comIsmail Bambang SubiantoIsmail.bambangs@unindra.ac.idDhika Quarta Rosita Rositadhikaqr@gmail.comYulia Rahmawatiyulia.rahmawati@uhamka.ac.id<p>Pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia dini menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung terciptanya budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Sekolah dasar menjadi salah satu institusi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan melalui media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami siswa. Namun, MIS Nurul Ummah masih memiliki keterbatasan media komunikasi visual sebagai sarana edukasi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi perancangan poster peduli lingkungan sebagai media informasi dan edukasi bagi siswa MIS Nurul Ummah, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan analisis kebutuhan mitra, perancangan konsep, visualisasi desain, implementasi, dan evaluasi. Poster dirancang berdasarkan prinsip-prinsip Desain Komunikasi Visual dengan menerapkan tata letak (<em>layout</em>) yang sistematis, ilustrasi ramah anak, tipografi yang mudah dibaca, serta komposisi warna yang menarik sehingga pesan peduli lingkungan dapat dipahami secara efektif oleh siswa sekolah dasar. Hasil kegiatan menghasilkan poster edukasi berukuran A3 yang dipasang pada titik-titik strategis sekolah sebagai media informasi dan pengingat visual (<em>visual reminder).</em> Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pihak sekolah, poster membantu guru dalam menyampaikan pendidikan karakter peduli lingkungan serta meningkatkan perhatian siswa terhadap kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan penghematan energi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung terciptanya budaya sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mikke Setiawatihttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/213Literasi Media Sosial pada Ibu Rumah Tangga Kelompok Program Kemitraan Masyarakat di Kelurahan Jati Makmur Bekasi2026-06-27T00:56:26+00:00Memmy Dwi Jayantimemmy.unindra@gmail.comSiti Muharomahsiti.muharomah757@gmail.comIra Pratiwi Ramdayanairapratiwiramdayana@gmail.comSumartibundamarticbifonik@gmail.com<p>Literasi media atau dikenal dengan melek media bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan media massa untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat kelompok PKK di kelurahan Jati Makmur Bekasi masih kurang dalam memanfaatkan konten media sosial yang bermanfaat. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi tentang pemanfaatan media sosial dan mengetahui kemampuan literasi media para ibu rumah tangga kelompok PKK di kelurahan Jati Makmur Bekasi. Teori yang digunakan mengacu pada literasi media, sementara metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan kajian studi pustaka, wawancara secara mendalam dengan beberapa ibu rumah tangga, dan kegiatan penyuluhan informasi literasi media. Hasil menunjukkan bahwa media sosial dengan penggunaan gawai yang digunakan oleh ibu rumah tangga kelompok PKK di kelurahan Jati Makmur Bekasi antara lain: <em>Instagram, facebook</em> dan <em>whatsapp. </em>Beberapa ibu rumah tangga memahami betul mengenai pentingnya memilih konten media yang di akses dengan tujuan: a) menjalin silaturahmi, b) menambah pertemanan, c) sarana bertukar informasi, dan d) sebagai jual beli suatu produk. Permasalahan yang dihadapi masih terdapat informasi yang tidak benar, lalu disebarkan dan beberapa pengguna media yang mempercayainya. Ada beberapa etika dalam penggunaan media sosial yang seharusnya tidak dilakukan seperti meneruskan identitas kartu tanda penduduk serta penggunaan bahasa yang sopan, agar penggunaan media sosial, baik dalam hal mencari teman, menyebarkan informasi sehingga tidak sampai masuk ranah hukum. Hal inilah dapat dikatakan pentingnya literasi media sosial untuk diketahui, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Memmy Dwi Jayanti, Siti Muharomah, Ira Pratiwi Ramdayana, Sumartihttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/222Edukasi Komunikasi Profetik Muhammad SAW untuk Mahasiswa2026-06-27T00:58:45+00:00Hery Purwosusantoterussmart@gmail.comNurdinherypurwosusanto0@gmail.comTjipto Djuhartonoherypurwosusanto0@gmail.com<p>Edukasi komunikasi profetik bagi mahasiswa akan memberikan pencerahan sekaligus kemampuan berkomunikasi yang lebih baik. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah menyampaikan dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam menerapkan komunikasi profetik dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif sangat diperlukan bagi mahasiswa untuk berproses menyelesaikan studinya dan meraih Impian. Mempraktikkan komunikasi profetik akan membantu mahasiswa menjadi lebih sukses dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak. Studi dari pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode studi kasus dalam perspektif Islam. Hasil kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan edukasi komunikasi dengan “Konsep Komunikasi Profetik” (<em>Prophetic Communication</em>), yaitu model komunikasi yang berlandaskan nilai-nilai kenabian. Konsep ini berbasiskan nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi melalui pelatihan komunikasi verbal, <em>public speaking</em>, <em>storytelling</em>, dan praktik komunikasi interpersonal. Meskipun demikian, pengabdian masyarakat terhadap mahasiswa Institut SEBI Depok masih ditemukan beberapa kendala seperti kesempatan untuk mengelaborasi yang kurang karena banyaknya peserta serta waktu yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan edukasi komunikasi profetik yang berjenjang, dan melibatkan lebih banyak lagi mahasiswa sehingga kemampuan berkomunikasi profetik akan lebih banyak tersampaikan dan dikuasai di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hery Purwosusanto, Nurdin, Tjipto Djuhartonohttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/198Pembuatan Video Profil sebagai Media Promosi UKM Lontong Sayur dan Bumbu Khas Betawi2026-06-27T00:46:56+00:00Ika Rusdika Dewiikarusdika@yahoo.comHoirunnisahoirunnisawandi@gmail.comWidiana Indah Permatawidianaindahpermata@gmail.comKurnia Pitri Wijayakurniapwijaya@gmail.com<p>Dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat, pembuatan video profil digunakan sebagai media promosi yang ditujukan agar masyarakat sekitar dapat mengenal secara online UKM yang terhitung baru beberapa bulan dan memudahkan mencari pelanggan secara konsisten. Banyak hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membuat video profil seperti melakukan riset yang mendalam tentang UKM, hal ini dapat dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pemilik UKM dan beberapa pelanggan, melakukan observasi dan mencari informasi lengkap berkaitan dengan UKM tersebut. Bertujuan membuat video profil sebagai media promosi. Video Profil merupakan salah satu media yang digunakan dalam menyampaikan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh pembeli. Video profil memiliki peran yang sangat baik dalam memperkenalkan suatu produk, tempat ataupun bisnis, dapat juga menjadi salah satu alternatif yang sangat efektif dan menjanjikan sebagai media promosi Metode <em>brainstorming</em> yang dikenal dengan istilah metode curah pendapat dan sumbang saran, hasil dalam kegiatan ini membuat media promosi berupa video profil sebagai solusi terhadap permasalahan yang ada. Hasil kegiatan berupa proses pembuatan video profil yang dilakukan di lingkungan UKM lontong sayur Bumbu khas Betawi. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat dalam penbuatan video profil yang bertujuan untuk mempromosikan UKM Lontong sayur Bumbu khas Betawi sebagai kuliner sarapan yang memiliki kualitas yang baik dan enak di lidah para pembeli dan menjadi pilihan bagi para calon pembeli untuk dapat datang dan membeli lontong sayur bumbu khas Betawi.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ika Rusdika Dewi, Hoirunnisa, Widiana Indah Permata, Kurnia Pitri Wijayahttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/218Pengenalan Media Pembelajaran Peta pada Pembelajaran Sejarah di SMA sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik2026-06-27T00:56:53+00:00Januar Barkahjanuarmemangbarkah@gmail.comArief Hidayatariefhidayat1610@gmail.comAchmad Sarwandiantoachmad12@gmail.comLusi Ariyanilusiariyani@gmail.com<p>Pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas masih sering dianggap monoton karena didominasi metode ceramah dan hafalan, sehingga minat belajar peserta didik cenderung rendah. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengenalan dan pelatihan penggunaan media peta sebagai alternatif media pembelajaran sejarah yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada guru dan peserta didik mengenai pemanfaatan media peta dalam pembelajaran sejarah guna meningkatkan minat dan motivasi belajar. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan pendampingan melalui presentasi materi, diskusi, tanya jawab, serta praktik penyusunan pembelajaran sejarah berbasis media peta. Kegiatan dilaksanakan di MAN 3 Kabupaten Bogor dan SMA Budi Utomo Depok dengan melibatkan guru serta peserta didik yang dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Hasil kegiatan ini berupa terlaksananya pelatihan dan pendampingan penggunaan media peta dalam pembelajaran sejarah melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan praktik penyusunan pembelajaran berbasis media peta. Pelatihan tersebut meningkatkan pemahaman guru mengenai pemanfaatan media peta, serta diikuti dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta didik selama kegiatan berlangsung. Guru dan pihak sekolah juga memberikan respons positif terhadap penerapan media peta sebagai alternatif pembelajaran sejarah yang lebih menarik dan variatif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Januar Barkah, Arief Hidayat, Achmad Sarwandianto, Lusi Ariyanihttps://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/232Program Pendampingan Perancangan Poster Kesehatan Mental Remaja sebagai Media Informasi Siswa MIS Nurul Ummah2026-08-04T23:41:20+00:00Dian Handayanidian.zulaikhasaja@gmail.comIda Rosidarosiemkarim@gmail.comPuri Kurniasihpurikurniasih@gmail.com<p>Isu kesehatan mental anak dan remaja menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan, mengingat sebagian peserta didik masih cenderung menutup diri ketika menghadapi tekanan psikologis, seperti kecemasan, ketakutan, kesepian, dan kebingungan emosional. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi permasalahan yang lebih kompleks apabila tidak ditangani melalui pendekatan edukatif dan preventif sejak dini. Sekolah sebagai ruang sosial utama memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, serta mendorong keberanian siswa untuk mengekspresikan perasaan dan menyampaikan permasalahan yang dialami. MIS Nurul Ummah Cisarua, Bogor, masih menghadapi keterbatasan media edukasi visual yang mendukung penguatan karakter dan literasi kesehatan mental siswa. Keterbatasan tersebut berdampak pada belum optimalnya penyampaian pesan mengenai pentingnya komunikasi emosional di lingkungan sekolah. Sebagai upaya merespons kebutuhan mitra, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan melalui pendampingan perancangan poster edukatif berukuran A3 dengan tema “Kesehatan Mental Remaja: Bicara itu Penting”. Perancangan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penentuan konsep, eksplorasi sketsa, hingga proses digitalisasi dengan mempertimbangkan pemilihan warna, tipografi, dan ilustrasi yang sesuai dengan karakteristik psikologis siswa sekolah dasar. Luaran kegiatan berupa satu karya poster edukasi yang dimanfaatkan sebagai media komunikasi visual di lingkungan sekolah.</p>2026-08-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dian Handayani, Ida Rosida, Puri Kurniasih