Darma Cendekia
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia
Darma CendekiaCV Buana Prisma Sejahteraen-USDarma Cendekia2963-167X<p>Darma Cendekia</p>Revitalisasi Komunikasi Lintas Gang Berbasis Retorika Terapan di Desa Banyu Asih, Mauk
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/183
<p>Efektivitas komunikasi antar pengurus RT dan ketua gang di lingkungan RT masih menghadapi berbagai kendala, seperti penyampaian informasi yang kurang persuasif, miskomunikasi antar ketua gang, serta rendahnya partisipasi warga dalam kegiatan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan perlunya peningkatan keterampilan komunikasi praktis bagi pengurus RT agar koordinasi dan kolaborasi antar warga lebih optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lintas gang melalui pelatihan retorika terapan. Metode yang diterapkan meliputi ceramah interaktif, simulasi penyampaian pidato singkat, praktik komunikasi persuasif, dan refleksi pengalaman. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan peserta dalam menyusun pesan, mengatur intonasi, serta menyampaikan informasi secara jelas dan persuasif. Rata-rata nilai postes mencapai 82,85, menandakan konsistensi peningkatan kemampuan komunikasi. Pelatihan ini juga berdampak pada efektivitas koordinasi antar pengurus RT dan ketua gang, tercermin dari keterbukaan dialog, responsivitas, dan penyampaian informasi yang lebih seragam. Simpulan dalam kegiatan pelatihan ini yaitu PKM memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat struktur komunikasi lokal, meningkatkan kapasitas pengurus RT, dan mendorong partisipasi aktif warga, sehingga mendukung terciptanya lingkungan komunitas yang harmonis dan responsif.</p>Irwan BaadillaAhmad HidayatullahSiti KodariahFauzi Rahman
Copyright (c) 2025 Irwan Baadilla, Ahmad Hidayatullah, Siti Kodariah, Fauzi Rahman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314210812610.60012/dc.v4i2.183Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/182
<p>Bahasa Inggris merupakan keterampilan kunci bagi lulusan SMK untuk menghadapi tantangan global, namun kemampuan produktif seperti speaking dan writing masih rendah. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar siswa belum percaya diri menggunakan bahasa Inggris karena lemahnya pemahaman terhadap struktur dasar kalimat. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kurikulum yang ada dan kompetensi faktual siswa. Kegiatan Pelatihan Sintaksis Fungsional pada Level <em>Basic structure</em> dirancang sebagai upaya pemberdayaan profesional guru Bahasa Inggris SMK melalui peningkatan pemahaman konsep sintaksis fungsional, kemampuan analisis struktur kalimat, serta penerapan dalam pembelajaran speaking dan writing. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis problem-based learning dengan 30 guru peserta dari MGMP Bahasa Inggris Kota Bekasi. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan interaktif, dan evaluasi-refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap fungsi gramatikal unsur kalimat, penggunaan tenses, dan penerapan struktur kalimat secara komunikatif. Guru lebih mampu mengaitkan unsur gramatikal dengan makna dalam konteks sosial, serta merancang kegiatan berbicara dan menulis yang lebih kontekstual. Pelatihan ini juga mendorong terbentuknya komunitas guru yang kompeten, kolaboratif, dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris berbasis fungsi kalimat. Kesimpulannya, pendekatan SFL berbasis pelatihan partisipatif efektif meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar speaking dan writing secara fungsional, sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SMK secara bermakna.</p>Ziyaul HaqTarmizi RasulLaode HampuMulya Burhan
Copyright (c) 2025 Ziyaul Haq, Tarmizi Rasul, Laode Hampu, Mulya Burhan
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314212713710.60012/dc.v4i2.182Evaluasi Dampak Penerapan Teknologi Alat Pembuat Biokompos Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Tahap Replikasi Program
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/185
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan teknologi alat pembuat biokompos terhadap kesejahteraan masyarakat pada tahap replikasi program. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam upaya penerapan hasil penelitian dan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan pelatihan, demonstrasi penggunaan alat, pendampingan produksi, serta evaluasi terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi biokompos sebesar 70%, penurunan volume limbah organik sebesar 40%, dan peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 20%. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengolahan sampah meningkat signifikan, menunjukkan bahwa adopsi teknologi dapat memperkuat kemandirian ekonomi dan kesadaran lingkungan. Evaluasi tahap replikasi juga menunjukkan keberlanjutan program dapat dicapai melalui penguatan kelembagaan dan dukungan perguruan tinggi</p>Utami WahyuningsihLili RasyidiVictor Assani DesiawanTarwajiRuspendiEko SulistiyoBrandon AkbarArsenal Marchf’y Francesh Lasut
Copyright (c) 2025 Ruspendi, Utami Wahyuningsih, Lili Rasyidi, Victor Assani Desiawan, Tarwaji, Eko Sulistiyo, Brandon Akbar, Arsenal Marchf’y Francesh Lasut
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314213814410.60012/dc.v4i2.185Sosialisasi Kesantunan Berbahasa di Lingkungan RW 007 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/181
<p>Perkembangan Iptek memengaruhi cara berinteraksi di masyarakat. Penyimpangan bahasa membuat pola interaksi yang tidak selaras dengan kesantunan para penutur Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga memiliki nilai luhur yang berperan membentuk budaya sopan santun dalam interaksi keseharian masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia merepresentasikan tata krama dan budi pekerti yang menjadi identitas dalam bermasyarakat. Tujuan dalam hal ini merupakan penanaman kesadaran dalam pengoptimalan dan perbaikan kesadaran anak dalam menerapkan kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga dan masyarakat. Metode ceramah dan edukasi langsung (direct learning) melalui pemaparan konsep, pendekatan dari penerapan kesantunan berbahasa anak, praktek dalam penerapan kesantunan berbahasa dan pemanfaatan media dalam memupuk kesantunan berbahasa anak. Hasil kegiatan ini yaitu: 1) Peran orang tua dalam pendidikan bahasa, 2) Memahami konsep kesantunan berbahasa di lingkungan masyarakat.</p>Bambang SumadyoSyahfitri PurnamaElisa AnandariJatut Yoga Prameswari
Copyright (c) 2025 Bambang Sumadyo, Syahfitri Purnama, Elisa Anandari, Jatut Yoga Prameswari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314214515410.60012/dc.v4i2.181Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/188
<p>Abdimas ini berjudul Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca. Tujuan dari Abdimas ini, yaitu memanfaatkan salah satu rumah warga untuk dijadikan sebagai rumah literasi dan tempat belajar bagi anak-anak dengan menyediakan buku cerita dan buku pengetahuan yang bervariasi bagi anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan yang dilakukan bagi anak-anak di sana berupa membaca buku cerita dan berlatih menulis lepas pada garis empat. Dengan adanya kegiatan ini membuat anak-anak menjadi senang dan menghilangkan rasa bosan. Mereka bisa membaca buku cerita dan berlatih menulis lepas pada garis empat bersama dengan teman-temannya. Pertemanan di antara mereka akan menjadi lebih erat dan rasa bosan juga jenuh yang mereka alami selama ini hilang diganti dengan rasa senang. Perasaan senang karena mengikuti kegiatan abdimas ini akan berdampak pada lebih semangatnya anak-anak belajar di sekolahnya. Selain itu, kemampuan literasi membaca mereka menjadi lebih baik. Pada akhirnya kecerdasan anak-anak dan prestasi belajar mereka di sekolah akan meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode membaca terbimbing (<em>guided reading</em>). Metode membaca terbimbing (<em>guided reading</em>) adalah pendekatan pengajaran membaca yang dilakukan secara kelompok kecil dengan bimbingan langsung dari guru untuk meningkatkan kemampuan memahami teks dan membaca mandiri siswa.</p>Nur IrwansyahArinah FransoriMunasiahFito Yuliyanto
Copyright (c) 2025 Nur Irwansyah, Arinah Fransori, Munasiah, Fito Yuliyanto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314215516710.60012/dc.v4i2.188Jurnalisme Naratif sebagai Penguatan Literasi Digital Berbasis Sastra
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/179
<p>Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi yang tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga kritis dan kreatif. Namun, pemahaman mahasiswa terhadap literasi digital yang kritis dan kreatif masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh minimnya pelatihan menulis yang berbasis pada realitas sosial dan pengalaman langsung, khususnya melalui metode jurnalisme naratif. Selain itu, pendekatan sastra dan jurnalisme belum terintegrasi secara optimal dalam program literasi, serta terbatasnya media ekspresi yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk menyuarakan realitas lokal secara naratif dan reflektif sebagai bagian dari peran mereka sebagai agen perubahan. Program pengabdian masyarakat ini hadir sebagai upaya menjembatani kemampuan anggota komunitas dengan realitas sosial di sekitarnya. Melalui pelatihan menulis jurnalisme naratif, peserta tidak hanya dilatih keterampilan teknis menulis, tetapi juga diajak untuk mengamati fenomena sosial secara kritis, mengekspresikan pengalaman secara reflektif, dan membangun kesadaran sebagai bagian dari komunitas literasi digital yang kontekstual dan berdaya. Pendekatan jurnalisme sastra dipilih karena mampu memadukan fakta jurnalistik dengan gaya penulisan sastra. Kegiatan ini dilaksanakan melalui lokakarya di Yayasan Elnama Indonesia, Tangerang Selatan, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran literasi, kemampuan menulis, dan sensitivitas sosial mahasiswa.</p>Tio Zulfan AmriMuhammad Fahmi RizkianJayakandi
Copyright (c) 2025 Tio Zulfan Amri, Muhammad Fahmi Rizkian, Jayakandi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314216817510.60012/dc.v4i2.179Pelatihan Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Melalui Irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/187
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat Tangerang Selatan bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan para santri belajar membaca Al-Qur’an dengan irama (naghom). Hampir semua santri di lembaga tersebut mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, benar, dan lancar, tetapi membacanya standar dan tanpa berirama (naghom). Target khusus yang ingin dicapai adalah santri terampil membaca Al-Qur’an dengan irama, khususnya irama jiharkah. Adapun peserta pelatihan pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui irama adalah santri-santri pesantren tahfidz Ar-Rahmani dan metode yang digunakan adalah pelatihan dengan 70 persen praktik dan 30 persen teori. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah artikel yang nantinya akan diberikan kembali kepada peserta pelatihan. Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan kegiatan ini, tim PKM akan memberikan angket kepada peserta pelatihan dengan tujuan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan.</p>AsadFatimahIrfan AnantoNana Suyana
Copyright (c) 2025 Asad, Fatimah, Irfan Ananto, Nana Suyana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314217618310.60012/dc.v4i2.187Pendampingan Perancangan Company Profile sebagai Brand Identity pada Yayasan Panti Nugraha
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/176
<p style="font-weight: 400;">Yayasan Panti Nugraha merupakan lembaga sosial yang aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, namun belum memiliki media komunikasi visual yang mampu merepresentasikan identitas lembaga secara profesional dan terstruktur. Permasalahan tersebut berdampak pada kurang optimalnya penyampaian informasi kepada mitra, donatur, dan pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendampingi Yayasan Panti Nugraha dalam merancang <em>company profile</em> sebagai penguatan <em>brand identity</em>. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendampingan partisipatif berbasis Desain Komunikasi Visual, yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, perumusan pesan, perancangan visual, serta evaluasi hasil bersama mitra. Proses pendampingan melibatkan pengurus inti yayasan secara aktif dalam penyusunan konten dan pengambilan keputusan desain. Hasil kegiatan menunjukkan terwujudnya <em>company profile</em> yang informatif, komunikatif, dan selaras dengan nilai serta karakter Yayasan Panti Nugraha. Selain menghasilkan luaran berupa <em>company profile</em>, kegiatan pengabdian juga meningkatkan pemahaman mitra terhadap pentingnya identitas visual dalam membangun citra, kredibilitas, dan kepercayaan publik. Dengan demikian, pendampingan yang dilakukan berkontribusi pada penguatan kapasitas kelembagaan serta kesiapan yayasan dalam menjalin kolaborasi berkelanjutan</p>Faisal AkbarKhikmah SusantiAnugrah Cisara
Copyright (c) 2025 Faisal Akbar, Khikmah Susanti, Anugrah Cisara
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314218420310.60012/dc.v4i2.176Pembekalan Penggunaan Suplemen Materi Pembelajaran Sejarah Mengenai Penanganan Wabah di Batavia
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/56
<p>Pembelajaran sejarah yang kontekstual menjadi suatu hal penting untuk mengembangkan kesadaran sejarah peserta didik, ditambah lagi apabila pembelajaran tersebut dipadukan dengan sejarah lokal yang terjadi dalam cakupan kecil di suatu wilayah yang memiliki unsur kedekatan dengan peserta didik. Pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal dapat diterapkan di sekolah yang memiliki kaitan waktu dan tempat yang sesuai dengan suatu peristiwa sejarah. Salah satunya bisa diterapkan di sekolah yang berada di wilayah DKI Jakarta dengan pembahasannya mengenai penanganan wabah di Batavia pada masa VOC hingga Pemerintah Hindia Belanda. Solusi yang ditawarkan pada program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penjelasan, pemahaman serta penerapan suplemen materi pembelajaran sejarah mengenai penanganan wabah di Batavia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi sejarah lokal, menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi dalam mengikuti pembelajaran sejarah, serta mampu mengaitkan peristiwa wabah pada masa lalu dengan kondisi pandemi Covid-19 pada masa kini. Selain itu, kegiatan ini memberikan alternatif referensi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.</p>Nur Fajar AbsorWahyudinTaufik
Copyright (c) 2025 Nur Fajar Absor, Wahyudin, Taufik
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314220420910.60012/dc.v4i2.56Pelatihan Penggunaan Digital Storytelling dan Creative Writing Tools untuk Meningkatkan Kreativitas dan Keterampilan Menulis Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/174
<p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan menulis siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui pelatihan penggunaan digital storytelling dan creative writing tools. Sasaran kegiatan adalah guru dan siswa MTs. Tahfizh dan Ekonomi Islam Multazam, Bogor, yang menghadapi keterbatasan dalam integrasi teknologi serta rendahnya motivasi menulis siswa. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi Quizizz, serta evaluasi melalui diskusi reflektif. Pelatihan ini memperkenalkan penggunaan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kompetensi digital guru. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap pemanfaatan teknologi, serta antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis kuis digital. Meskipun terdapat keterbatasan perangkat dan akses internet, pelatihan tetap berjalan efektif melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana dapat memperkaya proses pembelajaran Bahasa Inggris dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.</p>Ira MirantiApriyani RovitaDichivithena D.Ika KarnitaRevi KurniasariSadatus SyifaSoenarjati Djajanegara
Copyright (c) 2025 Ira Miranti, Apriyani Rovita, Dichivithena D., Ika Karnita, Revi Kurniasari, Sadatus Syifa, Soenarjati Djajanegara
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-314210.60012/dc.v4i2.174