| ..:: MAIN MENU ::.. |
| Focus & Scope |
| Author Guidelines |
| Online Submission |
| Publication Fees |
| Publication Ethics |
| Open Access Policy |
| Copyright Notice |
| Peer Review Process |
| Editorial Team |
| Peer Reviewers |
| Screening for Plagiarism |
| Indexing & Abstracting |
| Journal History |
| Authorship Criteria |
| Manuscript Type |
| Publication Schedule |
| Electronic Filing |
| License |
| Allegation of Research Misconduct |
| Conflict of Interest |
| Post-Publication Discussion |
| Correction and Retraction |
| Ownership and Management Information |
| AI Policy |
| ..:: MENU UTAMA ::.. |
| ..:: INFORMATION ::.. |
| For Reader |
| For Author |
| For Librarians |
| ..:: MENU UTAMA ::.. |
| ..:: TEMPLATE ::.. |
![]() |
| ..:: MENU UTAMA ::.. |
| ..:: RECOMMENDED TOOLS ::.. |
![]() |
![]() |
| ..:: MENU UTAMA ::.. |
| ..:: SUPPORTED BY ::.. |
|
|
| ..:: MENU UTAMA ::.. |
| ..:: VISITORS ::.. |
| ..:: MENU UTAMA ::.. |
|
..:: COLLABORATIONS ::.. |
|
PPPB UNINDRA IN COLLABORATION WITH CV BUANA PRISMA SEJAHTERA
|
AI Policy
Jurnal Darma Cendekia (JDC) menyadari bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif dan teknologi berbantuan AI semakin banyak digunakan dalam penelitian dan komunikasi ilmiah. Penggunaannya diperbolehkan secara bertanggung jawab sebagai alat pendukung, bukan pengganti kontribusi intelektual manusia, pemikiran kritis, pertimbangan ilmiah, dan akuntabilitas. Kebijakan ini berlaku bagi penulis, mitra bestari, dan editor untuk menjaga transparansi, integritas penelitian, kerahasiaan, serta praktik publikasi yang bertanggung jawab.
Penggunaan AI oleh Penulis
Penulis dapat menggunakan AI generatif atau teknologi berbantuan AI untuk membantu persiapan naskah, antara lain:
- menyunting bahasa, tata bahasa, dan keterbacaan;
- menata atau menyusun ulang teks;
- mendukung penelusuran literatur dan pencarian informasi;
- membantu pengembangan gagasan atau sintesis awal;
- mendukung pengodean, komputasi, atau analisis yang hasilnya diverifikasi secara memadai; dan
- keperluan pendukung lain yang tetap berada di bawah pengawasan manusia secara bermakna.
AI tidak boleh menggantikan penalaran ilmiah, analisis, interpretasi, atau kontribusi intelektual penulis. Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh bagian naskah, termasuk konten yang dibuat atau dibantu AI. Penulis wajib:
- menelaah secara kritis dan memverifikasi semua konten yang dihasilkan atau dibantu AI;
- memastikan setiap referensi dan sitasi merujuk pada sumber yang benar-benar ada dan dapat diperiksa;
- memeriksa kebenaran pernyataan faktual, angka, kutipan, dan interpretasi;
- memastikan naskah mencerminkan kontribusi intelektual dan pertimbangan ilmiah penulis sendiri;
- melindungi informasi rahasia, pribadi, eksklusif, dan belum dipublikasikan; serta
- mematuhi ketentuan hak cipta, kekayaan intelektual, perlindungan data, dan etika penelitian.
Referensi yang Dihasilkan AI atau Direkayasa
Penulis wajib memeriksa bahwa setiap referensi benar-benar tersedia, menggambarkan sumber yang dirujuk secara tepat, dan relevan dengan pernyataan yang didukungnya. Referensi fiktif, hasil fabrikasi, sangat tidak akurat, atau menyesatkan akibat penggunaan AI dapat dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap etika publikasi. Jika tersedia, penulis dianjurkan mencantumkan DOI atau pengenal persisten lain yang benar dan aktif.
Pengelola jurnal dapat memverifikasi referensi pada tahap pemeriksaan awal, penelaahan sejawat, atau produksi. Naskah dengan referensi hasil fabrikasi atau referensi yang secara sistematis tidak dapat diverifikasi dapat ditolak atau dihentikan dari proses editorial. Jika masalah ditemukan setelah artikel terbit, jurnal dapat mengambil tindakan pascapublikasi sesuai kebijakan etika publikasinya.
Pengungkapan Penggunaan AI
Penulis wajib mengungkapkan secara transparan penggunaan AI generatif atau teknologi berbantuan AI yang bersifat substantif dalam persiapan naskah. Pernyataan harus memuat nama perangkat atau layanan, tujuan penggunaan, serta konfirmasi bahwa penulis telah memeriksa dan memverifikasi hasilnya dan tetap bertanggung jawab penuh atas naskah.
Contoh Pernyataan Penggunaan AI
“Dalam persiapan naskah ini, penulis menggunakan [nama perangkat/layanan] untuk [tujuan penggunaan]. Penulis telah meninjau, memverifikasi, dan menyunting konten yang dihasilkan serta bertanggung jawab penuh atas keakuratan, orisinalitas, integritas, dan keseluruhan isi akhir naskah.”
Apabila AI tidak digunakan secara substantif, pernyataan pengungkapan tidak diwajibkan.
AI Tidak Dapat Dicantumkan sebagai Penulis
AI generatif tidak boleh dicantumkan sebagai penulis atau penulis pendamping karena tidak dapat memenuhi persyaratan kepenulisan, termasuk akuntabilitas, persetujuan atas naskah akhir, tanggung jawab terhadap integritas penelitian, dan kemampuan menjawab pertanyaan tentang karya. Tanggung jawab tersebut hanya dapat dipenuhi oleh manusia.
Penggunaan AI dalam Metode Penelitian
Jika AI digunakan sebagai bagian dari metode penelitian, bukan sekadar alat bantu penulisan, penggunaannya harus dijelaskan secara transparan dan cukup rinci agar dapat dievaluasi serta direplikasi. Jika relevan, penulis perlu menyebutkan nama dan versi model/perangkat, pengembang atau penyedia, tujuan penggunaan, prosedur atau prompt yang diperlukan untuk replikasi, langkah validasi oleh manusia, serta informasi lain yang relevan untuk menilai metode. Penggunaan AI sebagai metode penelitian tidak dilarang, tetapi harus dilaporkan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis.
Gambar, Ilustrasi, dan Visualisasi Data Berbantuan AI
AI tidak boleh digunakan untuk memalsukan, memanipulasi, menciptakan, atau menyajikan gambaran yang menyesatkan tentang data maupun hasil empiris. Visualisasi berbantuan AI hanya dapat diterima apabila bersumber secara setia dari data autentik melalui proses analitis atau komputasional yang dapat direproduksi. Penggunaan AI secara substantif untuk membuat ilustrasi penjelas, diagram konseptual, alur kerja, atau visual sejenis harus diungkapkan. Penulis bertanggung jawab atas keakuratan, orisinalitas, kepatuhan hak cipta, dan integritas seluruh materi visual.
Penggunaan AI oleh Mitra Bestari
Semua naskah yang dikirimkan kepada JDC bersifat rahasia. Mitra bestari dilarang mengunggah, menempelkan, mengirimkan, atau memasukkan naskah yang sedang ditelaah maupun bagian rahasianya ke perangkat AI generatif publik atau nonprivat. Larangan mencakup naskah lengkap, abstrak atau kutipan substansial, tabel dan gambar, data yang belum dipublikasikan, materi pelengkap, serta informasi rahasia yang diperoleh selama penelaahan.
AI tidak boleh menggantikan penilaian independen mitra bestari. Mitra bestari tetap bertanggung jawab mengevaluasi mutu ilmiah, orisinalitas dan kontribusi, metodologi, kekuatan dan kelemahan naskah, serta merumuskan rekomendasi secara akurat, adil, dan profesional. AI hanya dapat digunakan sebagai alat bantu terbatas apabila kerahasiaan sepenuhnya terlindungi, misalnya untuk memperbaiki bahasa dasar laporan yang telah ditulis reviewer atau menelusuri literatur umum tanpa mengungkap isi naskah rahasia.
Penggunaan AI oleh Editor
Editor wajib menjaga kerahasiaan naskah dan tidak boleh mengunggah atau mengungkapkan naskah yang diajukan maupun konten rahasianya kepada perangkat AI generatif publik atau nonprivat. Keputusan editorial dan publikasi tetap menjadi tanggung jawab manusia. AI dapat digunakan secara terbatas untuk tugas administratif atau teknis yang tidak mengorbankan kerahasiaan, seperti penyuntingan bahasa korespondensi, penelusuran literatur umum, pemeriksaan teknis, atau dukungan administratif lainnya.
Kerahasiaan dan Perlindungan Data
Penulis, mitra bestari, dan editor harus memastikan penggunaan AI mematuhi ketentuan tentang kerahasiaan, perlindungan data pribadi, kekayaan intelektual, hak cipta, penelitian yang belum dipublikasikan, informasi eksklusif, dan data partisipan penelitian. Sebelum memasukkan informasi terkait penelitian ke perangkat AI, pengguna harus memeriksa kebijakan privasi dan ketentuan layanan perangkat tersebut.
Penggunaan AI yang Tidak Dapat Diterima
Praktik berikut tidak dapat diterima oleh JDC:
- menghasilkan konten ilmiah substantif tanpa kontribusi intelektual manusia dan verifikasi memadai;
- menyajikan analisis atau interpretasi AI seolah-olah merupakan hasil penalaran ilmiah penulis sendiri;
- memalsukan atau mengarang referensi, kutipan, data, hasil, atau bukti;
- memanipulasi data atau hasil penelitian menggunakan AI;
- menggunakan AI untuk menyamarkan plagiarisme atau pelanggaran integritas penelitian lainnya;
- mencantumkan sistem AI sebagai penulis;
- tidak mengungkapkan penggunaan AI substantif ketika pengungkapan diwajibkan;
- mengunggah naskah rahasia ke sistem AI nonprivat selama penelaahan sejawat atau penilaian editorial; dan
- menggunakan AI sebagai pengganti penilaian independen mitra bestari atau editor.
Pelanggaran serius atau berulang dapat mengakibatkan penolakan naskah, penghentian proses editorial, penarikan artikel yang telah diterbitkan, atau tindakan lain sesuai kebijakan etika publikasi JDC.
Pemutakhiran Kebijakan
Karena teknologi AI generatif dan standar penerbitan ilmiah terus berkembang, JDC dapat meninjau dan memperbarui kebijakan ini secara berkala. Penulis, mitra bestari, dan editor bertanggung jawab memeriksa versi terbaru kebijakan yang dipublikasikan pada situs resmi jurnal.




Darma Cendekia is licensed under a